• Redaksi & Manajemen
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Aviasi
Mediatrans
Advertisement
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review
No Result
View All Result
Mediatrans
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

Karnali Faisal by Karnali Faisal
17/09/2026
in Uncategorized
Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu kalimat Purbaya Yudhi Sadewa dalam podcast bersama Denny Sumargo yang terasa sederhana, tetapi justru menjadi kunci untuk memahami cara pandangnya terhadap negara.

“Penyelewengan pasti ada. Kita bukan hidup di surga lagi.”

Kalimat itu muncul ketika Denny mempertanyakan pengawasan Koperasi Desa Merah Putih, terutama jika program tersebut menjangkau wilayah yang jauh dan sulit diawasi. Purbaya tidak menyangkal kemungkinan penyimpangan. Ia justru mengakuinya sebagai bagian dari kenyataan yang harus dihadapi pemerintah.

Bagi Purbaya, persoalannya bukan bagaimana membuat sebuah sistem yang sama sekali steril dari penyimpangan. Itu hampir mustahil. Yang jauh lebih penting adalah memastikan penyimpangan dapat dideteksi, dikendalikan dan, bila membahayakan negara, ditindak.

Pandangan itu kemudian menjadi benang merah dalam percakapan panjang tersebut: negara tidak boleh berhenti hanya pada membuat program. Negara harus memastikan uang yang dikeluarkan menghasilkan manfaat.

Purbaya juga melihat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari perspektif yang sama. Ia menyebut konsep MBG sebagai program yang baik, terutama karena menyentuh persoalan gizi masyarakat. Namun, ia mengakui pelaksanaannya pada tahap awal memiliki banyak kelemahan.

Pengawasan

Karena itu, menurut Purbaya, yang dilakukan pemerintah bukan menghentikan program, melainkan memperbaiki pelaksanaannya dan melakukan efisiensi. Ia menyebut anggaran MBG yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp330 triliun kemudian ditekan menjadi sekitar Rp270 triliun dan masih terbuka kemungkinan turun lagi.

Menurutnya, Kementerian Keuangan juga ingin masuk lebih jauh dalam pengawasan. Purbaya mengatakan jajaran Kementerian Keuangan di daerah akan dilibatkan untuk memeriksa pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara berkala. Jika ditemukan pelaksanaan yang buruk, hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional untuk ditindaklanjuti.

Di sinilah posisi Purbaya terlihat berbeda dari sekadar “juru bayar” negara.

Ia berkali-kali menggambarkan dirinya sebagai orang yang harus memastikan uang negara digunakan seefisien mungkin. Dalam percakapan itu bahkan muncul candaan bahwa Menteri Keuangan hanya bertugas membayar. Purbaya menolak gambaran tersebut. Menurutnya, ruang pengawasan terhadap penggunaan anggaran justru harus diperkuat.

Uang negara, dalam logikanya, bukan sekadar tersedia atau tidak tersedia. Pertanyaannya adalah: untuk apa uang itu digunakan, bagaimana pelaksanaannya, dan apa hasilnya.

Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih pun ia tempatkan dalam kerangka tersebut.

Purbaya menjelaskan bahwa skema Kopdes bukan berarti pemerintah tiba-tiba menambah beban anggaran secara liar. Ia menyebut pemerintah menyiapkan pembiayaan melalui perbankan dan Kementerian Keuangan pada dasarnya menanggung cicilan atau bunganya sesuai desain program.

Untuk enam tahun, ia menyebut nilai pembiayaan sekitar Rp240 triliun bagi sekitar 80 ribu koperasi. Dengan demikian, kira-kira Rp40 triliun per tahun menjadi beban yang harus dikelola pemerintah.

Namun, Purbaya memberikan satu syarat penting: uang itu tidak boleh digunakan sembarangan.

Menurutnya, pencairan penggantian dana kepada koperasi akan dilakukan setelah melalui pemeriksaan BPKP. Jika penggunaan anggarannya tidak sesuai dan tidak lolos audit, pemerintah tidak akan membayarnya.

Logika ini sebenarnya sederhana: pemerintah menyediakan ruang bagi program, tetapi ruang tersebut tidak boleh menjadi cek kosong.

Dalam percakapan dengan Denny, Purbaya juga memberikan gambaran menarik tentang bagaimana sebuah kebijakan lahir di dalam pemerintahan. Menteri Keuangan, katanya, bukan pemilik tunggal keputusan anggaran. Banyak keputusan strategis merupakan hasil pembahasan kabinet.

Karena itu, ketika keputusan telah ditetapkan, tugasnya adalah menjalankan sekaligus mengendalikan risiko. Masukan dan peringatan tetap disampaikan dalam rapat, tetapi keputusan akhir berada pada Presiden.

Di sinilah Purbaya menggambarkan sebuah pemerintahan yang tidak selalu bekerja dalam garis lurus. Ada perbedaan pendapat, ada perdebatan, ada usulan yang ditolak, bahkan ada proyek yang dihentikan setelah dihitung ulang.

Tetapi menurutnya, perbedaan tersebut merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan.

Bea Cukai

Cerita tentang Bea Cukai bahkan memperlihatkan sisi paling keras dari pendekatan itu.

Purbaya mengaku melakukan perubahan besar di lingkungan Bea Cukai setelah menemukan berbagai persoalan. Sejumlah pejabat dipindahkan. Ia juga menyebut kini terdapat ruang yang lebih besar untuk menindak pegawai yang dianggap bermasalah.

Yang menarik, Purbaya mengungkap bahwa sebelumnya terdapat praktik tidak tertulis yang membuat aparat penegak hukum sulit masuk memeriksa sektor pajak dan Bea Cukai. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah “unwritten rules”. Kini, menurut dia, pintu pemeriksaan harus terbuka selama terdapat bukti yang jelas.

Bahkan ada ancaman yang lebih besar: jika Bea Cukai tidak mampu melakukan perbaikan dalam waktu yang ditentukan, Purbaya menyebut pernah ada opsi untuk membubarkan dan mengganti sistemnya dengan pihak eksternal. Ia mengaku meminta kesempatan untuk membenahi institusi tersebut terlebih dahulu.

Dari Bea Cukai, MBG, Kopdes, hingga APBN, Purbaya sebenarnya sedang bicara tentang satu hal yang sama: kepercayaan terhadap mesin negara.

Ia menyadari bahwa angka pertumbuhan ekonomi, defisit, rasio utang, atau cadangan fiskal tidak otomatis membuat masyarakat merasa sejahtera. Karena itu, ia mengaku turun melihat kondisi pasar dan meminta jajarannya memantau keadaan ekonomi di berbagai daerah.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah harus lebih terbuka berkomunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kegaduhan sering kali bukan hanya lahir dari kebijakan, tetapi dari komunikasi yang tidak mampu menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dikerjakan pemerintah.

Di titik ini, podcast Denny Sumargo menjadi menarik bukan semata-mata karena Purbaya berbicara tentang angka.

Percakapan itu seperti membuka sedikit pintu dapur pemerintahan: bagaimana uang negara dipindahkan, bagaimana sebuah program dipertahankan sambil diperbaiki, bagaimana risiko dihitung, bagaimana pejabat diberi peringatan, dan bagaimana sebuah institusi bisa “diobrak-abrik” ketika pengawasan menemukan persoalan.

Purbaya sendiri menutup percakapan dengan sebuah ambisi yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga APBN.

Ia ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia terus dipacu hingga mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Bukan dengan mengirim orang Indonesia ke Amerika atau Jepang agar hidup lebih makmur, melainkan dengan membawa kemakmuran itu pulang ke Indonesia.

Di situlah mungkin inti panjang percakapan Purbaya dengan Denny Sumargo: negara memang tidak hidup di surga. Penyimpangan akan selalu ada. Program akan selalu punya kelemahan. Birokrasi tidak pernah sempurna.

Tetapi justru karena itulah, kata Purbaya, mesin negara harus terus diperbaiki—uangnya dijaga, programnya diawasi, kesalahan dikoreksi, dan pertumbuhan ekonominya dipacu.

Dan untuk seorang Menteri Keuangan, mungkin itulah pekerjaan yang sesungguhnya: bukan sekadar menjaga uang negara tetap ada, tetapi memastikan uang itu bekerja.

Previous Post

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Karnali Faisal

Karnali Faisal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Menyelami Samudera Kehidupan Dr. Chandra Motik

07/06/2023
Mengenal Peran Keagenan Kapal (Shipping Agency) dalam Ekosistem Transportasi Laut

Mengenal Peran Keagenan Kapal (Shipping Agency) dalam Ekosistem Transportasi Laut

29/05/2025
Serikat Pekerja MTI dan Manajemen Sepakati Komitmen Bersama Hadapi Konsolidasi Holding Logistik Danantara

Serikat Pekerja MTI dan Manajemen Sepakati Komitmen Bersama Hadapi Konsolidasi Holding Logistik Danantara

11/05/2026
Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Pelindo Prestasi Diperpanjang Sampai Tanggal 27 April 2025, Daftar Sekarang!

Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Pelindo Prestasi Diperpanjang Sampai Tanggal 27 April 2025, Daftar Sekarang!

16/04/2025
Ketika Stres Tak Lagi Bisa Disembunyikan: Catatan dari ToT Kesehatan Mental Perempuan Pekerja Transportasi

Ketika Stres Tak Lagi Bisa Disembunyikan: Catatan dari ToT Kesehatan Mental Perempuan Pekerja Transportasi

1
Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4  Berlayar Perdana dari Patimban

Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4 Berlayar Perdana dari Patimban

0
Gelar Pelatihan Digital Marketing UMKM, SPMT Gandeng Rumah Zakat

Gelar Pelatihan Digital Marketing UMKM, SPMT Gandeng Rumah Zakat

0
Layani Pemudik LebaranJTCC Seksi 4 Beroperasi Fungsional 1 April

Layani Pemudik LebaranJTCC Seksi 4 Beroperasi Fungsional 1 April

0
Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

17/09/2026
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

16/09/2026
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO

Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO

14/09/2026
Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik

Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik

14/09/2026

Recent News

Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

17/09/2026
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

16/09/2026
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO

Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO

14/09/2026
Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik

Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik

14/09/2026
Mediatrans

Kami menyajikan berita terkini, akurat dan berimbang seputar transportasi, logistik dan maritim.

Follow Us

Browse by Category

  • Aviasi
  • Headline
  • Korporasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Review
  • Transportasi
  • Uncategorized

Recent News

Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

Jejak Purbaya di Kementerian Keuangan, Dari Anggaran MBG, Kopdes Merah Putih, Hingga Bea Cukai: “Penyelewengan Pasti Ada. Kita Bukan Hidup di Surga Lagi.”

17/09/2026
Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

Pelindo Luncurkan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok, Dorong Transformasi Green Port

16/09/2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Aviasi

© 2022 MediaTrans.ID - Transportasi | Logistik | Maritim

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review

© 2022 MediaTrans.ID - Transportasi | Logistik | Maritim

error: Content is protected !!