Bandung, Mediatrans.id – Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp1.713,24 triliun pada 2027, dengan pertumbuhan sebesar 7,69 persen. Nilai tersebut meningkat dari proyeksi Rp1.597,55 triliun pada 2026 dan realisasi Rp1.466,26 triliun pada 2025.
Secara lebih terperinci, PDB subsektor transportasi diproyeksikan mencapai Rp1.340,91 triliun pada 2027 dengan pertumbuhan 7,59 persen. Sementara itu, PDB subsektor pergudangan diperkirakan mencapai Rp372,33 triliun dengan pertumbuhan lebih tinggi, yaitu 10,65 persen.
Prospek tersebut menunjukkan peran transportasi, pergudangan, dan konektivitas semakin penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang, perdagangan, industri, serta pengembangan pasar. Namun, peluang pertumbuhan itu juga disertai tantangan berupa ketidakpastian global, tekanan biaya, perubahan permintaan, kebutuhan investasi, dan tuntutan peningkatan efisiensi rantai pasok.
Untuk membahas berbagai perkembangan tersebut, SCI akan menyelenggarakan Indonesia Economic Outlook (IEO) 2027 pada 6–8 Oktober 2026 di JS Luwansa Hotel, Jakarta. Konferensi nasional tahunan yang kelima ini mengangkat tema “Driving Growth in a Fragmented Global Economy: Strategy, Resilience & Business Expansion for 2027.”
“Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan harus diikuti dengan peningkatan produktivitas, optimalisasi jaringan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kolaborasi antarpelaku. Dunia usaha perlu menerjemahkan prospek ekonomi menjadi keputusan strategis yang tepat untuk menghadapi 2027,” kata Setijadi, Founder & CEO Supply Chain Indonesia.
IEO 2027 dirancang sebagai forum strategis bagi pemimpin bisnis, praktisi profesional, investor, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperoleh perspektif lintas sektor serta merumuskan agenda pertumbuhan dan ekspansi bisnis.
Dengan cakupan Indonesia Economic Outlook, forum ini tidak hanya ditujukan bagi pelaku sektor transportasi dan pergudangan. Pembahasan akan mencakup perkembangan ekonomi global, potensi konflik geopolitik dan fragmentasi perdagangan, prospek ekonomi nasional, serta implikasinya terhadap strategi, resiliensi, investasi, dan ekspansi bisnis. Karena itu, IEO 2027 diharapkan diikuti para pengambil keputusan dan profesional dari berbagai sektor industri dan jasa.
Program selama tiga hari mencakup prospek ekonomi global dan Indonesia, ketahanan pangan, perdagangan domestik, struktur biaya bisnis, intelligent supply chain, industri konsumen, logistik dan konektivitas, investasi dan pembiayaan, manufaktur, energi, serta kepemimpinan dan transformasi bisnis.
Informasi dan pendaftaran IEO 2027 dapat diakses melalui https://supplychainindonesia.com/ieo2027 atau https://bit.ly/IEO_2027. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor WA 0821-1515-9393.
Selain seminar, IEO 2027 menghadirkan kegiatan networking, Business & Innovation Expo, serta penganugerahan “Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026” yang merupakan ajang apresiasi bergengsi nasional kepada perusahaan, institusi, dan individu yang menunjukkan prestasi dan kinerja yang unggul serta berkontribusi penting dalam perkembangan logistik nasional
Rangkaian forum itu diarahkan menjadi acuan untuk penyusunan strategi bisnis 2027 berdasarkan perkembangan ekonomi, peluang sektoral, dan tantangan implementasi yang dihadapi dunia usaha.












