Makassar, Mediatrans.id – Setelah melalui proses diskusi panjang sejak 2023, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersama DPP INSA dan tiga perusahaan pelayaran besar – PT Tanto Intim Line, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), dan PT Temas – resmi menyepakati struktur dan besaran tarif jasa handling peti kemas di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat.Finalisasi kesepakatan dilakukan dalam pertemuan strategis di Kantor DPP INSA, Jakarta, pekan lalu.
Hasilnya: tarif baru yang disusun berdasarkan asas keadilan, efisiensi, dan keberlanjutan, sekaligus mendukung iklim logistik yang kompetitif di Kawasan Timur Indonesia (KTI).“Ini bukan sekadar soal angka tarif. Ini tentang kepastian, efisiensi, dan keberpihakan pada pengguna jasa. Pelindo membuka ruang dialog dan menyepakati tarif yang realistis berdasarkan kebutuhan lapangan,” ujar Abdul Azis, Executive Director 4 Pelindo Regional 4.
Menurut Azis, penetapan tarif ini mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari efisiensi operasional pelabuhan, keberlanjutan layanan, hingga daya saing biaya logistik nasional. Hal ini juga selaras dengan transformasi logistik yang tengah digalakkan pemerintah.Capt. Otto K.M. Caloh, Sekretaris Umum DPP INSA, menilai langkah Pelindo sebagai pendekatan terbuka yang patut diapresiasi.
“Kami sepaham untuk sepakat. Tarif baru ini mengacu pada KM Nomor 11 Tahun 2007 dan prinsip pelayanan no service no pay. Ini mencerminkan sinergi yang sehat antara operator dan pengguna jasa,” ungkapnya.
Para pelaku usaha pelayaran pun menyambut baik hasil finalisasi ini. Mereka menilai kepastian tarif handling peti kemas sebagai dasar penting untuk menyusun strategi biaya dan meningkatkan kepastian operasional kapal di Pelabuhan Manokwari.
“Kolaborasi ini sangat penting. Dengan tarif yang transparan dan disepakati bersama, kami pelaku usaha memiliki kejelasan dan bisa fokus pada peningkatan layanan kepada pelanggan,” ujar perwakilan dari perusahaan pelayaran.
Selain penyesuaian tarif, peningkatan kinerja operasional Pelabuhan Manokwari juga mendapat sorotan positif. Target layanan 30 BSH (Box per Ship per Hour) mulai menunjukkan hasil nyata dan diapresiasi oleh pengguna jasa sebagai bukti perbaikan layanan yang konkret dari Pelindo Regional 4.Finalisasi tarif ini dinilai sebagai contoh terbaik penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif antar-pemangku kepentingan.
Diharapkan model kolaboratif ini menjadi rujukan bagi pelabuhan lain di Indonesia.Pelindo Regional 4 menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan dan menjalin sinergi lintas sektor demi mewujudkan ekosistem kepelabuhanan yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.* (MT-01/R)













