Jakarta, Mediatrans.id – Pernahkan kita mendengar kata Perempuan di antara dapur, sumur dan kasur? Awalnya banyak yang tidak mengerti apa makna kalimat itu.
Kemudian barulah kita tahu yang dimaksud dapur sumur dan kasur yang dilekatkan pada perempuan sejak dahulu kala ternyata diberikan untuk mendefinisikan ruang gerak perempuan yang hanya di wilayah darpur, sumur dan kasur.
Kata dapur mengidentifikasikan peran perempuan untuk memasak dan menyiapkan kebutuhan makan keluarga. Sumur menggambarkan tugas perempuan untuk bertanggung jawab pada kebersihan dan keindahan serta menyiapkan kebutuhan laki-laki dan anak-anak dalam rumah. Sementara kasur memposisikan perempuan untuk melayani kebutuhan biologis suaminya.
Jaman mungkin sudah banyak bergeser dan bergerak cepat, saat ini banyak perempuan mendapatkan impiannya dengan mendapatkan pendidikan yang layak, mendapatkan penghargaan atas prestasinya. Lebih percaya diri dan selalu bisa mengambil keputusan dengan tepat untuk diri perempuan itu sendiri.
Tapi tahukan kamu? Saat sikap patriaki masih sangat jelas di Negara ini, kultur budaya kadang bisa menjadi hambatan untuk perempuan bergerak.
Hari ibu, penghargaan perempuan
Para perempuan pejuang pergerakan terinspirasi oleh Sumpah Pemuda dan lagu Indonesia Raya pada 28 Oktober 1928 dari Kongres Pemuda Indonesia. Oleh karena itu, mereka lalu memprakarsai penyelenggaraan Kongres perempuan pertama.
Perempuan-perempuan hebat bergerak untuk kegiatan luar biasa yang membuka sejarah baru perempuan di Indonesia. Inilah awal dari gerakan serempak perempuan.
Hari perempuan sebagai tonggak awal sejarah.
Diselenggarakan di Yogyakarta dari tanggal 22-25 Desember 1928. Kongres yang dihadiri lebih dari seribu orang dan diikuti oleh 30 organisasi perempuan dari 12 kota di jawa dan Sumatra, tujuannya memperjuangkan hak-hak perempuan terutama dalam bidang pendidikan dan pernikahan dan dikemudian hari ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu di Indonesia
Beberapa keputusan penting kongres adalah memberikan kebebesan perempuan dalam berorganisasi, meningkatkan pendidikan untuk kaum perempuan dan mencegah pernikahan dini.
Jadi Hari ibu adalah tonggak awal bergeraknya kaum perempuan.
Melakukan kegiatan berharap demi kebaikan
Dari pemikiran-pemikiran perempuan hebat itulah women section dari SP TPK KOJA ingin melakukan sesuatu. Berharap memberikan kebaikan dan sedikit pengetahuan kepada banyak pihak.
Senin, 22 Desember 2025, adalah hari yang tepat untuk berbagi. Women section dari SP TPK KOJA menyiapkan snack untuk dibagikan kepada supir container di lapangan TPK KOJA, dan kemudian sedikit berbincang mengenai stop kekerasan terhadap perempuan.
Women section SP TPK Koja sadar, kegiatan kita hanyalah sedikit dari usaha memberikan edukasi. Patriaki saat ini tetap ada, walaupun perempuan sudh bisa memilih apapun yang terbaik untuk dirinya. Untuk lingkungannya.
Ketua SP TPK KOJA Ujang Darmen bersama beberapa perempuan dari women section berkeliling lapangan sambil memberikan snack yang sudah di siapkan kemudian memberikan edukasi mengenai pentingnya hak perempuan.
Dalam kegiatan ini Ujang Darmen menegaskan untuk selalu menghormati ibu, lindungi perempuan-perempuan. Kekerasan terhadap perempuan bukan budaya tapi kejahatan.
“Kami beranggapan edukasi menjadi salah satu pintu untuk memperbaikan keadaan, memperbaiki kesadaran kaum perempuan untuk terus menjadi lebih baik,” katanya.
Kegiatan sederhana ini diwujudkan dengan membagikan snack dan berbincang dengan supir kontainer sebagai pelaku usaha sektor transportasi di TPK Koja mengenai pentingnya menghargai peran perempuan.
Susanti dari women section SP TPK KOJA mengatakan, “Sebagai perempuan saya ingin menjadikan perempuan-perempuan Indonesia seperti Malahayati pahlawan Indonesia yang lahir tahun 1550 tapi bisa memimpin 2,000 pasukan Inong balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda dan berhasil mengalahkan Belanda. Bahkan menewaskan Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu.”
Susanti berkata “Laksamana Malahayati adalah bukti nyata bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin. menjadi berani dan mengambil keputusan terbaik untuk dirinya sendiri.”
Mungkin saja kegiatan memberikan snack tidak banyak berarti , tapi paling tidak women section SP TPK KOJA sudah mencoba mengkampanyekan betapa pentingnya peran perempuan untuk keluarga, untuk lingkungan dan untuk dirinya sendiri.***













