• Redaksi & Manajemen
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Aviasi
Mediatrans
Advertisement
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review
No Result
View All Result
Mediatrans
No Result
View All Result
Home Headline

Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak

Karnali Faisal by Karnali Faisal
22/06/2026
in Headline, Korporasi
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya, Mediatrans.id – Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia. Pergerakan tersebut tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh, dengan neraca perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai USD5,64 miliar selama Januari–April 2026. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional masih berjalan di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data dari BPS, pada periode Januari–April 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar.

Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari–April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai USD75,57 miliar.

Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari–April 2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar USD10,17 miliar dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar.

Sementara itu, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai mencapai USD4,5 miliar pada periode Januari–April 2026. Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, mengatakan sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, di antaranya produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo, produk rajut, hingga gula aren atau *brown sugar*.

Namun, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor.

“Sekitar 70 persen bahan baku kita masih impor dari negara China dan beberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik yang otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor di negara kita,” ujar perempuan yang akrab disapa Ade saat dihubungi, Rabu (17/6/2026).

Ade menilai peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor. Pembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk mendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu memperlancar arus distribusi barang.

“Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut,” ungkap Ade.

Diperlukan penguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat daya saing ekspor. Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi perhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan aktivitas perdagangan.

Arus Peti Kemas Internasional Meningkat

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan terjadi peningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang. Pada periode Januari sampai dengan Mei 2026 tercatat sebanyak 382.093 TEUs atau meningkat sebesar 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 340.535 TEUs. Dari jumlah tersebut, 192.829 TEUs di antaranya merupakan peti kemas impor dan 189.162 TEUs merupakan peti kemas ekspor.

“Arus peti kemas impor di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7 persen, sementara untuk peti kemas ekspor tumbuh 13,72 persen dari tahun sebelumnya,” terang Widyaswendra.

Pihaknya menyebut arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan industri yang ada di Jawa Tengah. Perseroan mencatat, pada tahun 2023 arus peti kemas yang melalui TPK Semarang sebanyak 781.841 TEUs, tahun 2024 sebanyak 895.904 TEUs, dan pada tahun 2025 tercatat lebih dari 1 juta TEUs.

Merespons pertumbuhan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di antaranya penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, penambahan lapangan penumpukan, hingga penambahan empat unit alat bongkar muat jenis *quay container crane* (QCC).

“Saat ini empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap *commissioning and testing* untuk memastikan segala aspek, baik secara operasional maupun safety, dapat terpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk melayani pelanggan,” ucapnya.

Beberapa komoditas ekspor yang melalui TPK Semarang adalah produk kayu, pakaian, alas kaki, produk olahan laut seperti ikan, krustasea, dan moluska, serta beberapa komoditas lainnya. Sementara untuk produk impor di antaranya mesin industri, peralatan mesin listrik, kendaraan, dan bagiannya.

Logistik dan Teknologi Menjadi Kunci

Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke sejumlah pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Namun, menurut Deddy, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta peningkatan volume distribusi barang. Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman produk ke pasar global.

“Tanjung Emas memang membantu aktivitas ekspor. Tetapi ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal,” ujarnya ketika dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Deddy berharap pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya, kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.

“Surplus perdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor industri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional,” katanya.

Pertumbuhan ekspor menunjukkan industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat membatasi nilai tambah industri nasional.

Di sisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan aktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan.

Bhimo menilai masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga oleh efisiensi sistem logistik nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat dan efisien.

“Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja secara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk nasional juga meningkat,” jelasnya ketika dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Penguatan logistik tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional. Pengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke pasar tujuan.

Surplus perdagangan yang berkelanjutan menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional. Namun, menjaga momentum tersebut membutuhkan penguatan sektor industri, perdagangan, serta logistik melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, efisiensi distribusi, dan pemanfaatan teknologi.

Dengan posisi strategis di jalur perdagangan dunia dan didukung pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki peluang memperkuat peran sebagai pusat perdagangan dan logistik kawasan Asia. Pertumbuhan industri, peningkatan ekspor, serta sistem logistik yang semakin efisien akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Tags: Pelindo Terminal Petikemas
Previous Post

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Next Post

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Petikemasdan Salurkan Fasilitas Kebersihan

Karnali Faisal

Karnali Faisal

Next Post
Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Petikemasdan Salurkan Fasilitas Kebersihan

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Petikemasdan Salurkan Fasilitas Kebersihan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Menyelami Samudera Kehidupan Dr. Chandra Motik

07/06/2023
Serikat Pekerja MTI dan Manajemen Sepakati Komitmen Bersama Hadapi Konsolidasi Holding Logistik Danantara

Serikat Pekerja MTI dan Manajemen Sepakati Komitmen Bersama Hadapi Konsolidasi Holding Logistik Danantara

11/05/2026
Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Pelindo Prestasi Diperpanjang Sampai Tanggal 27 April 2025, Daftar Sekarang!

Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Pelindo Prestasi Diperpanjang Sampai Tanggal 27 April 2025, Daftar Sekarang!

16/04/2025
Mengenal Peran Keagenan Kapal (Shipping Agency) dalam Ekosistem Transportasi Laut

Mengenal Peran Keagenan Kapal (Shipping Agency) dalam Ekosistem Transportasi Laut

29/05/2025
Ketika Stres Tak Lagi Bisa Disembunyikan: Catatan dari ToT Kesehatan Mental Perempuan Pekerja Transportasi

Ketika Stres Tak Lagi Bisa Disembunyikan: Catatan dari ToT Kesehatan Mental Perempuan Pekerja Transportasi

1
Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4  Berlayar Perdana dari Patimban

Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4 Berlayar Perdana dari Patimban

0
Gelar Pelatihan Digital Marketing UMKM, SPMT Gandeng Rumah Zakat

Gelar Pelatihan Digital Marketing UMKM, SPMT Gandeng Rumah Zakat

0
Layani Pemudik LebaranJTCC Seksi 4 Beroperasi Fungsional 1 April

Layani Pemudik LebaranJTCC Seksi 4 Beroperasi Fungsional 1 April

0
Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

14/07/2026
Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

12/07/2026
Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

09/07/2026
Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

08/07/2026

Recent News

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

14/07/2026
Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

12/07/2026
Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

09/07/2026
Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

08/07/2026
Mediatrans

Kami menyajikan berita terkini, akurat dan berimbang seputar transportasi, logistik dan maritim.

Follow Us

Browse by Category

  • Aviasi
  • Headline
  • Korporasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Review
  • Transportasi
  • Uncategorized

Recent News

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

14/07/2026
Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

Usia 13 Tahun Jadi Momentum IPC TPK Pacu Transformasi dan Peningkatan Layanan

12/07/2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Aviasi

© 2022 MediaTrans.ID - Transportasi | Logistik | Maritim

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review

© 2022 MediaTrans.ID - Transportasi | Logistik | Maritim

error: Content is protected !!