• Redaksi & Manajemen
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Aviasi
Mediatrans
Advertisement
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review
No Result
View All Result
Mediatrans
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

Karnali Faisal by Karnali Faisal
24/09/2026
in Uncategorized
Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM
Share on FacebookShare on Twitter

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan (SPPP) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)/audiensi dengan Pengurus Koperasi Karya Sejahtera Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok, pada Selasa (22/9/2026), guna mempertanyakan transparansi anggaran pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) TKBM Tahun 2026. APD tersebut antara lain helmet, sepatu safety, baju seragam kerja, masker dan sarung tangan.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Koperasi Karya Sejahtera itu turut dihadiri oleh ratusan anggota TKBM serta perwakilan sejumlah serikat pekerja/serikat buruh di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian surat somasi dan permintaan klarifikasi yang dilayangkan SPPP kepada pengurus koperasi.

Belum Siap
Dalam pertemuan tersebut, Pengurus Koperasi KSTKBM dinilai belum siap mengungkapkan data dengan alasan sebagian barang APD tersebut belum diterima sepenuhnya dari pihak vendor. Meski demikian, dalam forum tersebut Pengurus Koperasi menghadirkan sejumlah pihak yang menjadi vendor pengadaan APD yang secara keseluruhan nilainya mencapai kurang lebih Rp2,6 miliar untuk helmet, sepatu safety, serta seragam kerja untuk 2500 TKBM yang terdaftar di koperasi.

Saat sesi pemaparan, sejumlah vendor tidak memberikan rincian harga satuan dan nilai kontrak pekerjaan pengadaan APD tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua SPPP, M Hasan Sulaeman, mengatakan ketidaksiapan pengurus koperasi maupun vendor menjadi catatan penting bagi serikatnya untuk terus mempertanyakan transparansi anggaran pengadaan APD tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan SPPP merupakan upaya mendorong peningkatan kualitas APD mengingat risiko pekerjaan yang harus dihadapi TKBM di pelabuhan.

Tetap Menindaklanjuti
Ditambahkan Hasan Sulaeman, penolakan vendor untuk menyampaikan rincian harga satuan dan nilai kontrak tidak sejalan dengan asas keterbukaan informasi publik yang menempatkan koperasi sebagai badan hukum yang diatur dalam perundang-undangan perkoperasian.

Karena itu, imbuhnya, SPPP tetap mendesak pengurus koperasi maupun vendor untuk menjelaskan secara rinci kepada seluruh anggota TKBM paling lambat 5 hari setelah audiensi tersebut dilakukan.

“Kami meminta agar pengurus koperasi menjelaskan mengenai dasar penganggaran serta mekanisme pengadaan APD tersebut,” tegas sosok yang akrab dipanggil Bang Leman tersebut.

Selain itu, pihaknya juga meminta penjelasan nilai kontrak serta harga satuan dari masing-masing APD, administrasi pembayaran dari koperasi kepada vendor, kelayakan APD sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta distribusi APD kepada seluruh anggota TKBM.

Terhadap berbagai tuntutan tersebut, SPPP meminta pihak terkait untuk memberikan data serta keterangan yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kami telah berkirim surat lagi kepada pengurus koperasi dan memberi waktu 5 hari sejak tanggal surat untuk untuk menyampaikan secara tertulis seluruh data dan bukti pendukung dimaksud.

Apabila hingga tenggat waktu tersebut tidak dipenuhi, SPPP akan menempuh upaya lebih lanjut, termasuk pengaduan kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI, permintaan audit investigatif, pelaporan dugaan penyalahgunaan Tanda SNI kepada instansi berwenang, hingga membuka ruang pelaporan pidana dan gugatan perdata perbuatan melawan hukum (PMH).

“Upaya yang kami lakukan ini merupakan bentuk komitmen agar seluruh anggota TKBM mendapatkan hak mereka atas keselamatan kerja dan transparansi anggaran. Ini bukan hanya soal APD, tapi soal kepercayaan anggota kepada koperasinya sendiri,” pungkasnya.

Tags: TKBM Pelabuhan Tanjung Priok
Previous Post

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Karnali Faisal

Karnali Faisal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Menyelami Samudera Kehidupan Dr. Chandra Motik

07/06/2023
Mengenal Peran Keagenan Kapal (Shipping Agency) dalam Ekosistem Transportasi Laut

Mengenal Peran Keagenan Kapal (Shipping Agency) dalam Ekosistem Transportasi Laut

29/05/2025
Serikat Pekerja MTI dan Manajemen Sepakati Komitmen Bersama Hadapi Konsolidasi Holding Logistik Danantara

Serikat Pekerja MTI dan Manajemen Sepakati Komitmen Bersama Hadapi Konsolidasi Holding Logistik Danantara

11/05/2026
Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Pelindo Prestasi Diperpanjang Sampai Tanggal 27 April 2025, Daftar Sekarang!

Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Pelindo Prestasi Diperpanjang Sampai Tanggal 27 April 2025, Daftar Sekarang!

16/04/2025
Ketika Stres Tak Lagi Bisa Disembunyikan: Catatan dari ToT Kesehatan Mental Perempuan Pekerja Transportasi

Ketika Stres Tak Lagi Bisa Disembunyikan: Catatan dari ToT Kesehatan Mental Perempuan Pekerja Transportasi

1
Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4  Berlayar Perdana dari Patimban

Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4 Berlayar Perdana dari Patimban

0
Gelar Pelatihan Digital Marketing UMKM, SPMT Gandeng Rumah Zakat

Gelar Pelatihan Digital Marketing UMKM, SPMT Gandeng Rumah Zakat

0
Layani Pemudik LebaranJTCC Seksi 4 Beroperasi Fungsional 1 April

Layani Pemudik LebaranJTCC Seksi 4 Beroperasi Fungsional 1 April

0
Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

24/09/2026
Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22/09/2026
SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan 7,69 Persen Menjadi Rp1.713 Triliun

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan 7,69 Persen Menjadi Rp1.713 Triliun

21/09/2026
Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

19/09/2026

Recent News

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

24/09/2026
Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22/09/2026
SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan 7,69 Persen Menjadi Rp1.713 Triliun

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan 7,69 Persen Menjadi Rp1.713 Triliun

21/09/2026
Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

19/09/2026
Mediatrans

Kami menyajikan berita terkini, akurat dan berimbang seputar transportasi, logistik dan maritim.

Follow Us

Browse by Category

  • Aviasi
  • Headline
  • Korporasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Review
  • Transportasi
  • Uncategorized

Recent News

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

Serikat Pekerja Pejuang Pelabuhan Pertanyakan Transparansi Anggaran Pengadaan APD TKBM

24/09/2026
Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22/09/2026
  • Redaksi & Manajemen
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Aviasi

© 2022 MediaTrans.ID - Transportasi | Logistik | Maritim

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Transportasi
  • Logistik
  • Maritim
  • Korporasi
  • Aviasi
  • Review

© 2022 MediaTrans.ID - Transportasi | Logistik | Maritim

error: Content is protected !!