Jakarta, Mediatrans.id – Industri perawatan pesawat Indonesia makin menggoda investor asing. Perusahaan perawatan pesawat asal Dubai, ATS Technic, dikabarkan siap mengucurkan investasi jutaan dolar AS untuk masuk ke pasar aviasi Indonesia yang kian berkembang pesat.
General Manager ATS Technic, Hasna Fayyad, menyebut perusahaannya berminat untuk melakukan investasi di Indonesia.
Langkah ekspansi ATS Technic ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor aviasi Indonesia kini kian diperhitungkan di mata dunia. Dengan potensi belasan ribu armada pesawat yang beroperasi dan terus meningkat, kebutuhan terhadap layanan perawatan pesawat berkualitas tinggi menjadi krusial—terutama yang memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional.
“Masuknya ATS Technic bukan hanya membawa modal, tapi juga transfer keahlian dan teknologi global dalam maintenance pesawat yang selama ini sangat dibutuhkan,” kata seorang sumber di industri penerbangan.
Sebagai pemain global, ATS Technic akan menyediakan berbagai layanan perawatan rutin dan nonrutin di berbagai bandara strategis Indonesia. Layanan itu mencakup pemeliharaan teknis menyeluruh, inspeksi keselamatan berkala, hingga koordinasi erat dengan awak kabin demi menjaga kelancaran operasional.
Tak hanya itu, ATS Technic juga akan menangani aspek pendukung seperti pengawasan distribusi bahan bakar dan inspeksi keselamatan terintegrasi, sebuah langkah strategis demi menjaga standar keselamatan ketat yang menjadi perhatian utama dunia aviasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya, keputusan ATS Technic masuk Indonesia mencerminkan tingkat kepercayaan investor asing yang terus meningkat.
“Investasi ini adalah bentuk long term commitment yang memperlihatkan bahwa iklim investasi di Indonesia semakin membaik. Kita butuh pemain global seperti ATS Technic untuk mendorong industri perawatan pesawat kita naik kelas,” ujarnya.
Dengan masuknya ATS Technic, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain penting dalam ekosistem perawatan pesawat regional dan global. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia siap menjadi hub baru perawatan pesawat di Asia Tenggara? Waktunya membuktikan.*(MT-01/04)













