Karawang, Mediatrans.Id – Karawang kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri nasional. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang mencatat, hingga 2018, terdapat 1.762 pabrik beroperasi di wilayah tersebut. Terdiri dari 787 pabrik swasta, 638 Penanaman Modal Asing (PMA), 269 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), serta 58 pabrik hasil joint venture.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga mencatat, lahan industri yang dikembangkan mencapai 13.718 hektar, setara dengan 7,85 persen dari total luas wilayah Karawang. Saat ini, terdapat 12 kawasan industri besar di Karawang, di antaranya Karawang International Industrial City (KIIC), Kawasan Industri Surya Cipta, dan Karawang New Industry City (KNIC).
Secara luas kawasan, Karawang mengungguli Kabupaten Bekasi yang memiliki sekitar 9.496 hektar lahan industri yang tersebar di 10 kawasan besar, seperti Jababeka dan MM2100 Industrial Town. Adapun Kabupaten Purwakarta memiliki empat kawasan industri dengan total luas sekitar 2.600 hektar.
Pertumbuhan kawasan industri sejak dekade 1990-an di Karawang, Bekasi, dan Purwakarta ini berdampak langsung terhadap meningkatnya volume pengiriman barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Kondisi tersebut seringkali menyebabkan kemacetan parah saat musim puncak (peak season), di mana eksportir harus mengirim kontainer 12 hingga 15 jam sebelum waktu closing, meningkatkan risiko penalti keterlambatan dan membengkaknya biaya logistik.
Upaya perluasan Pelabuhan Tanjung Priok menghadapi tantangan besar karena keterbatasan lahan dan tingginya biaya reklamasi. Untuk itu, solusi alternatif berupa pembangunan dryport atau pelabuhan kering di kawasan ini.
Pembangunan dryport bisa menjadi langkah strategis dalam menekan biaya logistik nasional, meningkatkan daya saing ekspor, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Karawang Dryport bisa menjadi pilihan strategis untuk mengurai kepadatan di Tanjung Priok, dengan memberikan fleksibilitas waktu pengiriman kontainer lebih awal.
Selain mendukung ekspor, dryport juga berpotensi mempercepat proses impor melalui pemeriksaan bea cukai di lokasi dryport, sehingga dapat mempercepat distribusi barang dan mengurangi biaya penyimpanan di pelabuhan.
Bagaimana? Siap membangun Karawang Dryport?* (Karnali Faisal)













