Jakarta, Mediatrans.id — Musim mudik kembali menjadi ujian terbesar konektivitas nasional. Menghadapi Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan kesiapan penuh mendukung kebijakan pemerintah demi menjamin kelancaran arus penyeberangan di lintasan strategis, terutama Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk.
Lonjakan mobilitas diproyeksikan meningkat signifikan tahun ini, menuntut respons operasional yang presisi, adaptif, dan terintegrasi.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo memastikan penguatan armada secara masif. Di lintasan Merak–Bakauheni disiapkan 28–33 kapal per hari; Ciwandan–Wika Beton 9–12 kapal; BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu 10–12 kapal; serta Ketapang–Gilimanuk 28–32 kapal per hari.
Layanan diperkuat melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, hingga peningkatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.
“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” ujar Heru.
Dari sisi kebijakan tarif, ASDP siap mengimplementasikan stimulus diskon tarif inisiasi pemerintah sebesar 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan—setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan. Diskon berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, juga pejalan kaki dan golongan II express.
Skema single tarif diberlakukan di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB dan di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan lebih merata.
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen. Untuk mengurai kepadatan, pembagian pelabuhan diterapkan berbasis golongan kendaraan.
Mengacu SKB 5 Februari 2026, pada arus mudik 13–20 Maret 2026 lintasan Merak–Bakauheni diatur: pejalan kaki dan kendaraan golongan IVa, Va, VIa, IVb tetap melalui Merak; golongan I, II, III, Vb dan VIb (dua sumbu) melalui Ciwandan; sementara truk VIb (tiga sumbu), VII, VIII, IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone saat pembatasan operasional. Skema serupa berlaku pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian tujuan Sumatera–Jawa.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB pada 13–29 Maret 2026, layanan diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan kecil, sedangkan kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan. Alternatif trayek Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar disiapkan untuk menjaga distribusi logistik menuju NTB.
Operasional penyeberangan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi di Ketapang (18 Maret 17.00–20 Maret 06.00), Gilimanuk (19 Maret 05.00–20 Maret 06.00), Lembar (18 Maret 21.00–20 Maret 01.30), dan Padangbai (19 Maret 04.00–20 Maret 11.30).
Untuk menjaga arus tetap terkendali, delaying system diterapkan melalui buffer zone di berbagai ruas tol dan non-tol menuju pelabuhan utama, serta pembatasan radius pembelian tiket masing-masing 4,71 km dari Merak; 4,24 km dari Bakauheni; 2,65 km dari Ketapang; dan 2 km dari Gilimanuk.
ASDP juga mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau laman Ferizy sejak H-60, datang sesuai jadwal pada tiket, serta mengisi data identitas secara lengkap dan benar demi akurasi manifest dan keselamatan pelayaran. Dengan orkestrasi armada, infrastruktur, dan regulasi tersebut, ASDP optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung lancar sekaligus menjaga denyut logistik nasional tetap bergerak.***













